-->

Cari Artikel

                                                        

Kisah penyembelihan Nabi Ismail

Masih ingat sejarah penyembelihan nabi Ismail as?? Peristiwa tersebut menjadi sejarah bagi umat muslim, sehingga menjadi suatu ibadah dan perayaan dalam agama Islam yaitu Idul Qurban (Hari raya berqurban). Semua peristiwa bersejarah itu terangkum dalam Al Quran Surat Ash-Shaffat : 99-113
(99)Dan Ibrahim berkata:

"Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku.*1 (100) ”Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang Termasuk orang-orang yang saleh.”


(101) Maka Kami beri Dia khabar gembira dengan seorang anak yang Amat sabar.*2 (102) Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata:

"Hai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!"

ia menjawab:

"Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku Termasuk orang-orang yang sabar".


(103) tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ). (104) dan Kami panggillah dia:


"Hai Ibrahim, (105) Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu.*3 Sesungguhnya Demikianlah Kami memberi Balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (106) Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. (107) dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar*4. (108) Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang Kemudian, (109) (yaitu)"Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim". (110) Demikianlah Kami memberi Balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (111) Sesungguhnya ia Termasuk hamba-hamba Kami yang beriman. (112) dan Kami beri Dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang Nabi yang Termasuk orang-orang yang saleh. (113) Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Ishaq. dan diantara anak cucunya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang zalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata."



*1. Maksudnya: Ibrahim pergi ke suatu negeri untuk dapat menyembah Allah dan berda'wah.
*2. Yang dimaksud ialah Nabi Ismail a.s.
*3. Yang dimaksud dengan membenarkan mimpi ialah mempercayai bahwa mimpi itu benar dari Allah s.w.t. dan wajib melaksana- kannya.
*4. Sesudah nyata kesabaran dan ketaatan Ibrahim dan Ismail a.s. Maka Allah melarang menyembelih Ismail dan untuk meneruskan korban, Allah menggantinya dengan seekor sembelihan (kambing). Peristiwa ini menjadi dasar disyariatkannya Qurban yang dilakukan pada hari raya haji.

1 komentar:

  1. Ibrahim harus menyembelih Ismail adalah berdasarkan mimpi. Penggagalan penyembelihan Ismail oleh ayahnya, Ibrahim, adalah atas dasar wahyu Allah. Kata"Dan Kami panggil, hai Ibrahim..." Setiap orang, akan mendengar atau menyahut panggilan ketika dalam keadaan jaga bukan sedang tidur. Pengalihan arti mimpi bagi para nabi (tokoh-tokoh agama) menjadi wahyu, (atau ilham) terimbas oleh pemikiran kaum sufi, cenderung kepada mitos (Lihat QS12:.4, QS48:27). Andaikan perintah penyembelihan itu wahyu, mengapa harus dibicarakan dulu dengan calon kurban?.Bila kata akar kata ra-a-ya (ra-aa) yang artinya melihat (ingat istilah ru-yat, atau istilah tafsir birra-yi etc. etc.) diartikan harfiah:melihat (padanan kata nadhzara dan bashara) maka ia bisa diartikan pendapat, pandangan, persepsi, analisa ke depan atau apa saja yang mengaitkan tingkat kecerdasan, bukan tahayul atau mitos.Karena ulama berpendapat bahwa mimpi itu punya takwil, jangan salahkan kalau ada buku-buku mistik (a.l. buku Mujarabat).

    BalasHapus